Pura Goa Lawah, tempat wisata di Bali Timur

Banyak wisatawan malas untuk mengeksplorasi keindahan kawasan timur Pulau Bali karena menganggap kawasan tersebut terlalu jauh untuk dicapai. Pikiran itu seharusnya dibuang jauh-jauh, karena untuk mencapai kawasan yang banyak menyembunyikan tempat-tempat wisata menawan ini hanya diperlukan waktu antara 1 sampai 1.5 jam perjalanan saja, itupun sepanjang perjalanan kita akan dihibur oleh pemandangan indah yang tersaji hampir tanpa putus di sepanjang perjalanan.

Yang mungkin akan membuat waktu tempun jadi lebih lama justru karena wisatawan cenderung berkendara agak lambat supaya bisa lebih leluasa untuk menikmati keindahan pemandangan di sepanjang jalan, atau bahkan berhenti di sana sini sekedar untuk beristirahat sejenak atau berfoto-foto.

Hampir seluruh daerah yang dikenal sebagai kawasan Bali timur merupakan wilayah Kabupaten Karangasem, yang sayangnya meskipun dikaruniai alam yang indah dan banyak diantaranya merupakan kawasan wisata yang menarik, kabupaten ini juga merupakan kabupaten termiskin di Bali.

Padahal Bali sendiri merupakan salah satu propinsi yang termasuk kategori makmur dibandingkan propinsi-propinsi di tanah air. Bahkan Kabupaten Badung yang wilayahnya mencakup banyak kawasan wisata popuper seperti Canggu, Kuta, Jimbaran, dan Nusadua ini merupakan salah satu kabupaten terkaya di tanah air berdasarkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterimanya setiap tahun.

Sekitar 45 menit perjalanan dari pusat-pusat konsentrasi pariwisata seperti Kuta dan Denpasar, mendekati perbatasan antara Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem, terdapat sebuah situs wisata religi menarik yang sayang untuk dilewatkan, yaitu Pura Goa Lawah.

Selain itu lokasinya memang berada tepat di tepi jalan raya. Meskipun di Bali ada banyak pura dan anda mungkin sudah pernah mengunjungi beberapa diantaranya yang cukup populer di kalangan wisatawan seperti Pura Tanah Lot, Pura Uluwatu, Pura Taman Ayun, dan banyak lagi yang lainnya, Pura Goa Lawah memiliki keunikan tersendiri dan karenanya, sekali lagi, sayang untuk dilewatkan. Apalagi perjalanan anda menuju kawasan Bali timur membuat anda melintas tepat di depannya.

Keunikan Pura Goa Lawah tercermin langsung dari namanya. Dalam Bahasa Bali, lawah berarti kelelawar, mamalia terbang yang hanya aktif di malam hari dan identik dengan sosok pahlawan fiksi Batman. Bagian paling suci di Pura Goa Lawah yang terdiri dari tempat persembahyangan berbentuk bangunan-bangunan kecil berada tepat di mulut goa yang dihuni ribuan kelelawar. Karena kunjungan wisatawan maupun persembahyangan umumnya dilakukan pada siang hari, saat kita berkunjung ke Pura Goa Lawah dipastikan kita akan melihat ribuan burung kecil berwarna hitam ini tidur menggantung di langit goa.

Turun beberapa langkah dari mulut goa yang dibatasi pagar rendah ini terdapat pelataran yang cukup luas tempat Umat Hindu datang untuk bersembahyang. Biasanya prosesi persembahyangan di pura ini dilakukan secara bergilir dan dipimpin seorang pendeta. Selain lapangan berlantai paving dimana umat yang bersembahyang duduk menghadap ke arah goa, di bagian ini juga terdapat sejumlah bale dan meru, bangunan suci berbentuk menara dengan atap bertingkat. Ada tiga meru berjejer di sisi satu sisi, masing-masing dengan atap bertingkat 3, 7, dan 11, sementara di sisi lainnya terdapat beberapa bale.

Pada saat ada persembahyangan, wisatawan tidak diperkenankan berdiri atau berjalan di depan umat yang sedang bersembahyang. Tapi setelah persembahyangan selesai, sambil menunggu persembahyangan berikutnya dilaksanakan, wisatawan diijinkan untuk mendekat ke depan goa untuk melihat-lihat. Hanya saja untuk naik ke kawasan suci yang berada di mulut goa, tidak diperbolehkan.

Selain aturan tersebut, untuk menghormati kesucian pura, wisatawan yang berkunjung juga diwajibkan untuk menggunakan kain sarung yang diikat selendang. Pengunjung yang tidak membawa kain dan selendang sendiri dapat menyewa di loket tempat membeli tiket masuk.

Pintu gerbang yang memisahkan kawasan suci dengan pelataran di luar pura yang terdiri dari 3 gerbang yang dibangun dari batu lava berwarna hitam penuh dengan ukir-ukiran indah merupakan hal menarik lain di Pura Goa Lawah ini. Memisahkan kawasan suci dengan tempat parkir pengunjung, terdapat sebuah taman yang ditata apik berhiaskan kolam dan sejumlah patung batu. Di lapangan parkir yang dinaungi banyak pohon-pohon besar, terdapat sebuah wantilan besar dimanya pengunjung dapat beristirahat sejenak untuk sekedar melepas lelah setelah berkeliling pura di bawah cuaca yang cukup panas.

Persis di seberang jalan, segaris dengan mulut goa dan gerbang utama pura, terdapat tempat persembahyangan di tepi pantai. Biasanya Umat Hindu bersembahyang disini setelah menyelesaikan prosesi persembahyangan di dalam pura. Selain tempat bersembahyang, pantai ini juga memiliki panorama indah, dengan pasir hitam yang landai menghadap laut biru gelap dengan bayangan Pulau Nusa Penida di cakrawala.

Kalau mau bersantai lebih lama sambil menikmati pemandangan indah di pantai ini, sepanjang pantai berjejer warung-warung yang selain memiliki kursi dan meja juga menjajakan minuman dingin dan makanan ringan.

Related Posts

Add Comment