Pulau Serangan Bali, Sekilas Info

Dulu Pulau Serangan ini merupakan pulau indah yang dihuni sekelompok kecil masyarakat nelayan pendatang. Lokasinya yang sangat dekat dengan pesisir selatan Denpasar, bersebelahan dengan Pelabuhan Benoa, meyebabkan pulau ini dapat dicapai melalui jembatan.

Lagi-lagi, dulu hanya ada jembatan sederhana yang tenggelam pada saat air pasang. Yang membuat Pulau Serangan terkenal adalah hutan bakaunya yang menjadi sarang berbagai biota laut. Begitu terlindungnya pantai-pantai di pulau ini, banyak penyu menepi dan bertelur, sehingga pulau ini juga dikenal sebagai pulau penyu.

Sayangnya rencana pembangunan fasilitas pariwisata besar-besaran telah memporak-porandakan kealamiahan pulau ini. Jembatan sederhana yang terendam pada saat air pasang diganti dengan jembatan permanen yang lebar dan megah.

Sementara karena dianggap kurang luas, reklamasi besar-besaran dilakukan sehingga luasan lahan pulau bertambah tetapi ekosistem alami disini benar-benar porak poranda.

Tidak ada lagi hutan bakau apalagi penyu yang menepi. Sayangnya megaproyek yang konon dikomandani salah satu anggota keluarga penguasa Orde Baru itu mangkrak seiring dengan peralihan kekuasaan di pucuk kepemimpinan negri ini.

Meskipun demikian Pulau Serangan tetap menyimpan sejumlah daya tarik. Lapangan luas hasil dari reklamasi banyak dimanfaatkan masyarakat, dari belajar mengemudi mobil sampai menggelar konser musik.

Batu-batu besar yang ditenggelamkan dalam rangka reklamasi lama-kelamaan menjadi sarang berbagai macam jenis ikan sehingga kawasan sekitar pulau ini menjadi tempat populer untuk memancing. Beberapa bentangan pantai kecil masih bisa dimanfaatkan penduduk untuk menikmati berbagai aktivitas seperti berenang dan bermain pasir.

Di kawasan pemukiman nelayan yang banyak dihuni pendatang asal Makassar ini ada dok tradisional tempat orang membangun phinisi, kapal layar tradisional khas Makassar yang terbuat dari kayu.

Pemesannya kebanyakan bule-bule yang menyulap bagian dalamnya menjadi hunian mewah yang bisa membawa penumpang mengarungi lautan dalam ekspedisi menyelam, bukan hanya di seputaran Bali tapi sampai ke Raja Ampat di perairan Papua.

Salah satu yang paling menarik untuk wisatawan pendatang adalah penangkaran penyu. Untuk kepentingan konservasi, biasanya telur-telur penyu “dicuri” untuk ditetaskan sebelum keduluan pencuri yang sesungguhnya.

Disini kita dapat mempelajari siklus hidup salah satu dari segelintir hewan purba yang masih hidup sampai saat ini, penyu. Anda juga dapat bermain-main dengan bayi-bayi penyu yang sering disebut tukik.

Tetapi yang paling dicari wisatawan di pulau ini biasanya tetaplah pantai. Ada tiga titik pantai yang menarik untuk dikunjungi. Pantai di sisi timur pulau yang berhadapan dengan Pelabuhan Benoa biasanya menjadi sangat dangkal pada saat air surut sehingga menjadi surga bagi burung-burung laut untuk berpesta.

Di sisi selatan yang menghadap laut lepas terdapat pantai berpasir putih dengan air yang sangat jernih. Pantai ini merupakan salah satu tempat surfing yang cukup populer karena pada waktu-waktu tertentu ombaknya bisa sangat tinggi, konon bisa mencapai 7 sampai 8 meter. Sementara di sisi barat yang menghadap ke arah Pantai Sanur ada pantai yang menawarkan berbagai pilihan watersport.

Kondisi pantai ini juga menjadikannya pelabuhan alam dimana banyak perahu dari speed boat modern sampai phinisi tradisional berlabuh disini. Beberapa operator kapal cepat menuju Gili dan Lombok juga ada yang beroperasi dari pantai ini.

Di pulau ini juga terdapat satu pura yang meskipun tidak begitu terkenal di kalangan turis tetapi, tetapi merupakan salah satu dari 7 pura laut sehingga menjadi salah satu pura tujuan seluruh masyarakat Bali khususnya pada hari-hari tertentu.

Jika hari raya itu tiba, menyaksikan bagaimana umat Hindu di Bali mengagungkan Sang Maha Pencipta di pura bukan hanya merupakan pemandangan menarik tapi juga memberikan motivasi bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya, apapun agama yang kita anut.

Pulau Serangan masih berada dalam kawasan Denpasar. Jaraknya dari pusat kota relatif dekat, meskipun demikian lalu lintasnya sangat padat. Perlu sekitar 30 menit berkendara untuk mencapai Pulau Serangan dari pusat kota Denpasar.

Related Posts

Add Comment