Skip to main content

Danau Buyan Yang Masih Perawan Di Bali

danau buyan bali

Danau Buyan adalah salah satu danau di Bali yang masih perawan. Keasriannya terjaga akrena masih minimnya sarana dan prasarana wisata disini, sehingga lebih jarang dikunjungi wisatawan.

Danau Buyan merupakan salah satu dari 3 danau yang berada di kawasan wisata pegunungan Bedugul. Kedua danau lainnya adalah Danau Beratan dan Danau Tamblingan. Meskipun lokasinya berdekatan dan merupakan danau yang terbesar, jika dibandingkan dengan Danau Beratan yang lebih populer di kalangan wisatawan, Danau Buyan yang luasnya mencapai 367 hektar ini kondisinya sangat berbeda.

Tanpa adanya fasilitas untuk wisatawan, danau ini justru menawarkan keasrian alaminya.

Pengelolaan Danau Buyan memang berbeda. Pemerintah memasukkan Danau Buyan ke dalam Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan – Tamblingan yang secara keseluruhan meliputi luas kawasan lebih dari 1.700 hektar. Luas wilayah konservasi ini masih didukung oleh Hutan Lindung Batukahu seluas lebih dari 15.000 hektar yang hanya sebagian kecilnya saja merupakan hutan tanaman, sementara sebagian besar merupakan hutan alam.

READ  Jangan Pernah Lewatkan Pesona Alam Probolinggo

Sebagian tepian Danau Buyan merupakan hutan alam sementara sebagian lagi merupakan lahan pertanian yang oleh masyarakat setempat ditanami berbagai sayur mayur dan buah-buahan khas pegunungan, termasuk strawberry.

Wisatawan yang ingin menikmati danau ini dapat memanfaatkan kawasan Bumi Perkemahan yang terletak di sisi selatan danau atau lapangan parkir di depan Pura Ulun Danu Buyan di sisi utara danau.

Selain bersantai, banyak wisatawan menghabiskan waktu mereka di tempat yang berudara sejuk ini dengan memancing. Biasanya mereka yang memilih sekedar bersantai memilih kawasan Bumi Perkemahan sementara mereka yang memancing memilih tepian danau di depan pura.

Tidak hanya bersantai, anda juga dapat memanfaatkan kawasan Bumi Perkemahan untuk bermalam. Karena fasilitas yang tersedia relatif terbatas, hanya ada MCK saja, tenda dan peralatan lainnya harus kita siapkan sendiri. Udara sejuk khas kawasan pegunungan – ketinggiannya berkisar antarai 1.210 sampai 1.350 meter di atas permukaan laut – akan berubah menjadi dingin di malam hari, jadi untuk bermalam jangan lupa menyiapkan selimut tebal atau kantong tidur.

READ  Desa Sembalun Lawang, Surga di Kaki Dewi Rinjani Lombok

Aktivitas lain yang digemari anak-anak adalah petik strawberry. Petani setempat yang menanam strawberry di kebub sepanjang jalan menuju Pura Ulun Danu Buyan melayani wisatawan yang ingin membeli langsung selain menjual hasil panennya ke pasar.

Disini pembeli dapat memilih untuk memetik sendiri dari kebun untuk kemudian ditimbang dan dibayar sesuai beratnya. Kisaran harga per kilo antara 20 ribu sampai 30 ribu rupiah, tergantung musim. Harga ini biasanya lebih murah dari harga di pasar.

Selain itu karena dipetik langsung dari pohonnya, buahnya lebih segar. Saat memetik tentu anda memilih buah yang besar, matang, dan mulus, sehingga kualitasnya juga jauh lebih baik daripada jika anda membeli di pasar.

READ  Bersepeda di Kintamani Bali

Sementara itu pengunjung dewasa selain memancing banyak yang memanfaatkan jalan setapak di kawasan hutan untuk memacu adrenalin mereka dengan berbagai kendaraan off-road. Sepeda gunung, motor trail, ATV, atau mobil 4×4. Jalur off-road ini dapat diakses melalui Bumi Perkemahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *